Contoh Ubiquitous yang akan saya ulas
adalah Smart home atau rumah pintar. Smart home merupakan sistem yang
diterapkan di rumah, apartemen atau pada gedung dengan bantuan komputer
yang bermanfaat untuk memberikan segala kenyamanan, keselamatan,
keamanan dan penghematan energi yang berlangsung secara otomatis dan
terprogram. Dapat digunakan untuk mengendalikan segala peralatan yang
ada di rumah. Anda hanya perlu berbicara saja apa yang anda inginkan.
Sangat menarik bukan?
Pada rumah dengan lahan yang luas, smart
home akan sangat terasa sekali manfaatnya. Anda tidak perlu lagi
khawatir dengan pintu yang belum terkunci, lampu yang belum dimatikan
dll karena smart home akan melakukan itu semua secara otomatis. Namun,
butuh biaya yang tidak sedikit untuk membuat “rumah pintar” seperti
gambaran diatas.
Saat ini, seiring dengan pesatnya
perkembangan teknologi yang berjalan dinamis, memberikan efek yang
sangat signifikan. Contohnya saja, dengan kemajuan teknologi dapat
memudahkan pekerjaan manusia menjadi lebih efisien, efektif, cepat dan
murah. Smart home merupakan salah satu teknologi yang bagus, karena
dapat melakukan pekerjaan apapun tanpa harus merepotkan sang pemilik
rumah. Luar biasa!!
Untuk memiliki rumah pintar (smart home)
kini bukan hanya sekedar impian. Biasanya kita hanya bisa melihat smart
home canggih hanya di film-film fiksi ilmiah Hollywood. Anda tentu
mengenal sosok Bill Gates dan Steve Jobs bukan? Orang-orang hebat diatas
telah menggunakan smart home system di kediaman mereka.
Konsep
Konsep yang ingin ditampilkan dari sistem
smart home ini adalah bagaimana produk teknologi canggih dapat
diaplikasikan untuk membantu penghuni rumah untuk melakukan pekerjaan
rumah di manapun mereka berada. Misalnya kita bisa memonitor keadaan
rumah dari tempat kerja, bahkan dapat juga mematikan dan menghidupkan
peralatan yang berada di rumah. Ciri khas yang ingin ditunjukkan dengan
diciptakannya smart home ini adalah bisa memberikan kenyamanan dan
keamanan penghuninya.
Desain pada smart home juga tidak terlalu
berbeda dengan rumah tradisional pada umumnya. Hanya saja, smart home
mempunyai nilai plus yang lebih banyak. Berikut ini adalah tampilan
desain smart home. Bagus bukan?
User
Bagaimana cara menggunakan smart home?
Apakah sistemnya juga dibuat user friendly? Nah, itu merupakan
pertanyaannya sekarang. Jawabannya adalah smart home dapat digunakan
dengan mudah. Ya, karena biasanya smart home dikendalikan dengan remote
control.

Dengan remote control yang ada, anda
dapat bersantai menikmati liburan dengan home theater, dapat melihat
tamu yang datang karena telah dipasang CCTV di pintu gerbang, membuka
dan menutup pintu secara otomatis, menghidupkan keran dan menyiram
tanaman di halaman hanya dengan memencet remote, dan lain-lain. Intinya,
cukup dengan menggunakan satu remote, anda dapat mengendalikan semua
peralatan yang ada di rumah anda. User sangat dimudahkan dan dimanjakan
dengan adanya smart home.
Technology

Smart
home system tentu saja tidak akan bisa secerdas itu tanpa sekumpulan
unsur-unsur yang saling berhubungan. Kecerdasan tersebut berasal dari
integrasi sempurna berbagai perangkat dalam suatu jaringan di dalam
smart home itu sendiri. Jaringan yang dipakai bisa berbasis saluran
telepon, kabel-kabel, saluran nirkabel dan lain sebagainya. Security
system pada smart home juga sangat baik karena dikendalikan secara
otomatis.
Alat-alat rumah tangga yang ada pada
smart home dikonsep terhubung dengan Internet yang bisa men-download
informasi aktual dan lengkap yang berguna dari pabriknya. Selain itu,
bila bel pintu pada smart home berbunyi sedangkan anda sedang menonton
TV Interaktif, maka gambar video tamu akan segera muncul pada webpad
anda. Dengan teknologi yang secanggih itu, anda juga bisa membuat
program untuk seluruh rumah, mulai dari menyalakan lampu saat gelap,
membuka tirai jendela saat matahari mulai terbit dan lain-lain. Asyik
bukan?
Dari jauhLantas,
bagaimana jika Anda telanjur berangkat sementara pompa air masih
menyala? Untuk kejadian macam ini, Smart home juga menyediakan solusi.
”Anda bisa mematikan pompa air dengan memberi instruksi lewat telepon
rumah yang terhubung dengan sistem PSTN gateway Smart home,” ungkap
Israwan Temasmiko, direktur PT Empang Besar Makmur.
Lewat bantuan
Smart home, Anda pun bisa menyalakan AC selagi di perjalanan menuju
rumah. Yang lebih canggih lagi, Anda dapat menghidupkan, mematikan,
bahkan mengatur temperatur ruang sesuai keinginan. Lampu di tiap ruang
juga bisa dihidup-matikan serta diatur level pencahayaannya agar sesuai
dengan mood penghuni rumah.
Kendali atas rumah masih bisa Anda pegang
kendati tengah berada di kantor, bahkan luar negeri. Itu jika Anda
memanfaatkan kontrol Smart home lewat internet ataupun GPRS pada ponsel.
”Sementara itu, selagi di rumah, selain dengan remote control Anda pun
dapat menginstal kendali Smart home di laptop, komputer atau monitor
layar sentuh yang terpasang di dinding,” kata Israwan yang memasarkan
produk Iplug, buatan Korea.
Smart home dapat diinstal menyeluruh di
tiap ruang rumah. Namun, jika budget Anda terbatas, Anda masih bisa
mengaplikasikannya di ruang-ruang tertentu saja. Misalnya, mengecualikan
kendali lampu kamar mandi. Dengan konsep seperti itu, di unit apartemen
berkamar dua, Smart home bisa didapat seharga Rp 12 juta.
Haruskah
Smart home dirancang sejak awal mendesain bangunan? Rupanya, tidak. ”
Smart home juga bisa dipasang pada rumah yang sudah jadi. Tinggal cabut
saklar yang lama tanpa perlu merusak bangunan,” tutur Israwan.
Rumah
merupakan salah satu tempat untuk menikmati keamanan dan kenyamanan
hidup. Dengan mempunyai segala fasilitas yang sempurna untuk kenyamanan
di dalam dan luar rumah Anda seperti lampu hias, AC, sistem keamanan, TV
dan audio, dan sebagainya.
Kini dengan teknologi elektronik terbaru yang dinamakan smart home,
Anda bisa mengkontrol alat-alat elektronik Anda hanya dengan satu
pengontrol pusat, ataupun Anda bisa mengkontrolnya ketika Anda tidak ada
di rumah Anda. Hanya dengan mengakses ke unit kontrol utama sistem
smart home, dimanapun Anda berada, Anda bisa menyala atau mematikan
alat-alat elektronik seperti lampu, pemanas air, kulkas, TV dan
microwave, Anda juga bisa mengaktifkan sistem keamanan, atau mengatur
alat temperatur seperti AC atau pemanas udara, dan juga bisa melihat
keadaan luar dan dalam rumah lewat kamera keamanan (CCTV) Anda.
Perancangan sebelum pembangunan
Perencanaan dengan menggunakan teknologi smart home harus dimulai
dengan pengaturan kabel-kabel elektronik pada tahap pembangunan rumah
Anda. Sebelum rumah Anda mulai pembangunan, penentuan terhadap alat-alat
elektronik harus direncanakan dan dipertimbangkan. Seperti alat-alat
elektronik yang ingin digunakan dan lokasi alat-alat elektronik itu
ditempatkan.
Setelah
menentukan alat-alat elektronik yang Anda ingin gunakan, tahap kedua
adalah pengaturan kabel-kabel elektronik harus juga dipertimbangkan
ketika arsitektur merancang rumah Anda. Ini dikarenakan teknologi smart
home memerlukan semua koneksi kabel alat-alat elektronik yang ingin
dikontrol lewat sistem smart home dan dipusatkan pada unit kontrol
utama.
Alat-alat elektronik yang bisa digabungkanSecara
umum segala alat-alat elektronik bisa digabungkan ke dalam sistem smart
home. Dari alat-alat elektronik di dalam ruang dapur, ruang keluarga,
ruang tamu, kamar tidur, garasi, taman, ataupun ruang karaoke yang
disukai masyarakat kita.
Alat-alat elektronik yang bisa kita gabungkan ke sistem smart home adalah seperti:
1. Pengendalian LampuKita
bisa mengendalikan semua lampu atau segala alat-alat elektronik di
dalam dan di luar rumah kita hanya menggunakan satu pengontrol pusat
yang biasanya dipasang di pintu masuk utama. Di sini Anda bisa melihat
keadaan nyala atau mati lampu dan alat-alat elektronik yang tergabung.
Kita bisa mematikan lampu atau alat elektronik yang berada di lantai
atas ataupun di dalam ruangan yang lain seperti di dapur atau di garasi,
ketika kita berada di pintu utama sebelum kita keluar dari rumah atau
akan masuk ke dalam rumah.
Lampu bisa dinyalakan dan dimatikan secara otomatis sesuai waktu yang
ditentukan, ketika Anda ingin meninggalkan rumah sebelum bekerja,
jalan-jalan ataupun berlibur.
Dengan menggunakan alat deteksi gerakan, lampu di kamar mandi, garasi
atau gudang akan dinyalakan secara otomatis ketika Anda masuk, dan akan
padam secara otomatis ketika Anda meninggalkan ruang itu. Jadi akan
menyala bila ada gerakan dan akan padam jika tidak ada gerakan.
2. Tirai Jendela dan Atap AwningHanya
dengan satu tombol, tirai jendela di dalam ruangan Anda bisa ditutup
secara otomatis dan lampu dalam ruangan tersebut akan nyala secara
otomatis untuk memastikan cahaya yang cukup.
Dengan sistem ini juga, tirai jendela dan atap awning bisa berfungsi
secara otomatis ketika cahaya matahari atau angin yang berlebihan atau
berkurang. Semua ini hanya memerlukan sistem deteksi cahaya dan angin.
3. Kamera Keamanan (CCTV)Ketika
Anda tidak berada di rumah Anda, Anda bisa melihat keadaan di dalam
atau di luar rumah Anda hanya dengan mengunakan alat kontrol seperti
computer, Handphone atau PDA yang dikoneksi ke sistem smart home Anda,
gambaran dari kamera keamanan akan ditampilkan di Hp atau PDA Anda
dimanapun Anda berada.
4. ACMemastikan ruangan
dalam keadaan suhu yang nyaman ketika Anda baru pulang dari kerja,
jalan-jalan, liburan atau belanja dari mall. AC di dalam rumah bisa
dinyalakan dan dimatikan menggunakan alat kontrol seperti Hp atau PDA
sebelum Anda sampai ke rumah. Begitu juga alat penerang seperti
lampu-lampu yang didalam rumah Anda.
Anda juga bisa memastikan suhu dalam ruangan berada di temperatur
yang sesuai dengan kemauan Anda dengan adanya sistem kontrol temperatur
yang didesain khusus untuk smart home.
5. Sistem Audio & VideoDengan
hanya satu tombol, sistem audio video Anda akan dinyalakan dan cahaya
di dalam ruangan juga turut berubah. Tirai jendela Anda ditutup secara
otomatis, lampu dalam ruangan akan menjadi lebih suram cocok dengan
keperluan untuk menyaksikan film atau pertunjukan TV kesayangan.
6. Sistem KeamananKetika
rumah ditinggalkan tanpa diamankan, sistem keamanan“smart home” akan
secara otomatis mengaktifkan alarm dan mengaktifkan kamera keamanan
untuk merekam keadaan di rumah.
Ketika rumah Anda dimasuki maling,
sistem alarm akan diaktifkan, sirine akan berbunyi secara otomatis, Anda
dan pasukan keamanan (Polisi/Satpam) akan dihubungi secara otomatis.
Kamera keamanan juga akan merekam semua gerakan di rumah Anda.
Dengan mengadakan sistem smart home, rumah tidak hanya menjadi lebih nyaman dan aman, pemakaian listrik juga akan lebih efesien.
Rumah
cerdas (smart home) canggih bak di film fiksi ilmiah Hollywood, kini
tidak hanya bisa dimiliki oleh Bill Gates atau Steve Jobs. Anda pun
bisa, asal punya uang. Inilah contoh rumah-rumah berteknologi tinggi.
Teknologi
canggih menawarkan dua pilihan ekstrem bagi manusia: membuat kita malas
atau makin kreatif. Sejak menempati rumah barunya November lalu, Chung
Sung Young belum pernah melangkahkan kakinya lagi ke toko kelontong
langganannya. Ibu rumah tangga berumur 39 tahun, itu tinggal bersama
keluarganya di rumah susun (rusun) khusus seluas 146 meter persegi
seharga US$ 215 ribu di kota Seoul. Kompleks rusun itu merupakan satu
dari 16 perkampungan maya (Cyber Village) yang konon berteknologi
melesat paling jauh di muka bumi.
“Belanja jadi gampaaang!” ujar
Chung sambil memegang sebuah webpad-perangkat Internet jinjing mirip
layar komputer laptop yang terpisah dari papan ketiknya. Chung terampil
memesan bahan makanan di Hanaro Mart, pasar swalayan online terbesar
Korea Selatan. Dua kali sehari Hanaro Mart mengantarkan pesanan keluarga
itu – tanpa biaya tambahan – ke rumah mereka. Layanan mudah: hanya
dengan satu sentuhan panel yang ada di muka webpad, segala kebutuhan
bisa segera tersedia. Chung mengatakan, bahkan suaminya membawa alat itu
ke kamar mandi untuk membaca berita-berita online, sementara
anak-anaknya terhubung ke jalamaya (Internet) di mana pun mereka berada
di perkampungan rusun maya itu.
Rusun milik Chung itu merupakan
contoh rumah dengan jaringan canggih atau networked home. Anda pasti
pernah mendengar konsep rumah ini, seperti Xanadu, tempat tinggal Bill
Gates. Rumah tinggal semacam itu dikonsep memiliki lemari es yang bisa
memesan makanan secara otomatis begitu persediaannya habis. Ada oven
gelombang mikro yang bisa men-download resep-resep dari situs-situs di
jalamaya; serta berbagai perangkat canggih lainnya. Dan, itu bukan hanya
ada di dalam film-film fiksi ilmiah.
Menurut Asiaweek edisi Summer
2001, di Korea Selatan kini sudah terdapat 10 ribu rusun cerdas yang
dihuni keluarga-keluarga normal. Rusun seperti itu, setidaknya telah
menawarkan awal dari lingkungan saling terhubung (connected
environment). Mulai Agustus nanti, sebuah jaringan fiber-optic kecepatan
tinggi akan membuat “lingkungan terhubung” itu lebih dahsyat lagi.
Sebagai contoh, penduduk “kampung cyber” dapat membuka kunci rumah
dengan ponsel untuk anak-anaknya yang baru pulang sekolah, atau
mengaktifkan pendingin udara di kamar tidur dari tempat kerja, sesaat
sebelum pulang kantor.
Rumah cerdas masa depan memang telah datang.
Dan, Asia-lah perintis jalannya. Para analis mengatakan lingkungan
terhubung itu akan segera menyebar di Asia, karena banyak hal penting
yang sudah berada di tempatnya. Hal penting itu termasuk konsumen yang
sudah tanggap teknologi; sejumlah besar produsen alat berteknologi
tinggi yang tak sabar membuat peralatan jalamaya siap-pakai; sejumlah
rusun yang mudah dipasangi kabel-kabel pita lebar (broadband)
berkapasitas besar; dan pemerintahan yang proaktif. Di negara yang
sangat obsesif dengan jalamaya seperti Korea Selatan, bahkan Kementerian
Pembangunan (Construction Ministry)-nya pada Mei lalu mengeluarkan
regulasi yang mengharuskan semua rusun baru diperangkati akses jalamaya
kecepatan tinggi. Demikian pula Hongkong. Pemerintahnya merekayasa ulang
tata kotanya agar kabel broadband bisa tersedia. Di Singapura beberapa
keluarga telah terpilih untuk hidup di rusun cyber yang disponsori
pemerintah.
Walau rumah canggih itu masih dalam tahap awal,
pertumbuhannya yang cepat tak disangsikan lagi. Grup riset yang
bermarkas di Arizona – Cahners In-Stat – meramalkan penjualan bagi
perangkat cerdas itu akan melewati 20 juta unit pada 2005. “Hal-hal
ajaib pada saat ini bisa cepat menjadi biasa pada hari esok,” ujar Akira
Kadota, juru bicara Matsushita Electric Industrial – perusahaan yang
berada di balik merek Panasonic. Kata-katanya itu bukannya tak berdasar.
Ambil saja contoh, compact disc (cakram ringkas), ponsel, atau
jalamaya.
Kini banyak perangkat rumah yang sudah mendukung jalamaya
dijual di pasaran. Dengan alat-alat itu Anda bisa nyicil untuk
“mencerdaskan” rumah Anda, tentunya istilah “ada harga ada barang”
berlaku di sini. Di Korea Selatan, LG Electronic menjual lemari es (US$ 8
ribu), mesin cuci, pendingin udara, oven gelombang mikro, dan televisi
dinding – bisa digantung – yang semuanya mendukung akses jalamaya.
Rivalnya,
Samsung Electronics, juga membuat lemari es semacam itu serta IZZI
webpad, seperti yang dipakai keluarga Chung di perkampungan Cyber
Village. Di Taiwan, Sampo Corp., meluncurkan serangkaian perangkat –
termasuk AC, kipas angin, dehumidifier, sensor gerak, detektor kebakaran
– yang selain bisa mengakses dunia maya, juga bisa berkomunikasi satu
sama lain! Bayangkan!
Di Jepang, pabriknya barang elektronik
berteknologi tinggi, Matsushita, bahkan telah mendemonstrasikan sebuah
toilet yang bisa memonitor kesehatan penggunanya, lalu mengirimkan
informasi kesehatan tersebut ke dokter yang bersangkutan.

Sementara Sony sibuk meng-upgrade AIBO, si robot anjing, untuk bisa menggonggong saat Anda mendapat surel terbaru.
Sebuah
rumah tentu tidak akan bisa secerdas itu tanpa sekumpulan unsur-bagian
yang saling berhubungan. Kecerdasan itu berasal dari integrasi sempurna
berbagai perangkat dalam suatu jaringan di dalam rumah itu sendiri.
Jaringan itu bisa berbasis saluran telepon, kabel-kabel, saluran
nirkabel, atau hibrida dari semuanya. Sebagai contoh, lemari es cyber
Anda akan mengirimkan surel ketika susu di lemari es di rumah Anda telah
kadaluwarsa. Dengan begitu Anda bisa membeli yang baru saat pulang
kerja. Karena menyala sepanjang hari, banyak orang berpikir lemari es
amat cocok sebagai server komputer jaringan rumah cerdas.
Dengan prinsip kerja seperti itu, mesin cuci dan oven Internet bisa
men-download informasi aktual yang berguna dari pabriknya. Bila bel
pintu berbunyi saat Anda menonton film on-demand pada pesawat TV
interaktif, gambar video tamu segera muncul pada webpad Anda. Gambar
langsung yang dihasilkan kamera webcam itu membuat Anda tak perlu
bingung berteriak atau berdiri untuk membukakan pintu untuk sang tamu.
Satu tekan pada ikon “open” pada webpad itu akan membukakan pintu rumah
Anda secara otomatis. Atau Anda diamkan saja bila si tamu ternyata tak
Anda kehendaki.
Anda juga bisa menyusun program untuk seluruh rumah,
seperti menyalakan lampu saat mulai gelap, membuka tirai jendela saat
matahari mulai bersinar, atau mengatur temperatur udara secara otomatis.
Asyik memang. Tapi perhatikan berat badan Anda! Sebab, Anda akan
menjadi sangat pasif sehingga malas berolahraga.
Rumah yang secara
total termodifikasi seperti itu, saat ini lebih dari sekadar konsep. LG
mengilustrasikan visinya di file video streaming pada situsnya
(www.dreamlg.com). Di Tokyo, Matsushita telah membuka sebuah rumah demo
yang diberi nama eHII. Rumah demo itu penuh peralatan super canggih –
termasuk sebuah toilet cerdas tadi.
Di Hongkong, pemerintah dan
sebuah tim perekayasa Inggris sedang berusaha membuat paviliun eksibisi
berteknologi tinggi bernama INTEGER. Paviliun itu dibangun di jantung
kota untuk mempromosikan rumah tek-ti (hi-tech) yang asri. Samsung
Electronics melengkapi satu dari dua paviliun itu dengan produk unggulan
mereka, yang juga “cerdas.” Saat proyek itu terbuka untuk umum Oktober
2001, panitia akan meminta masukan dari pengunjung atas peralatan yang
mereka sukai serta perangkat yang mereka inginkan ada di paviliun
tersebut.
Masalah terbesar sekarang adalah: apa orang benar-benar
menginginkan sebuah rumah-terpadu (networked home)? Firma-firma
perangkat konsumen Asia memberi jawaban positif. Baru-baru ini Sony
merombak ulang seluruh strateginya atas dasar pemikiran itu. Sekarang
Sony dengan bangga menyebut dirinya sebagai “sebuah perusahaan solusi
jaringan broadband personal.”
LG menghabiskan tiga tahun dan dana
hampir US$ 4 juta untuk mengembangkan pendingin udara Internetnya yang
diperkenalkan April lalu. Kepada Asiaweek, Lee In Kyu menginformasikan
bahwa LG mengalokasikan lebih dari separuh dana riset dan pengembangan
mereka untuk produk-produk networked.
Dukungan kuat dari pihak
industri atas ide rumah cerdas itu membuat kita tinggal menghitung hari,
menunggu saat perangkat Internet menjadi murah bagi setiap orang. Manny
Lopez, seorang analis pemasaran dari firma IDC di Hongkong mengatakan
bahwa, konsumen belum merasa akrab dengan produk-produk generasi baru.
Begitu perangkat keras muncul di toko-toko akhir tahun ini, kesadaran
konsumen pun akan mulai meninggi. Begitu pula dengan minat pada
networked home. Masa depan seringkali tertunda-tunda datangnya, namun ia
tak pernah gagal untuk hadir ke hadapan kita.
Pengembangan terbaru dari Smart Home
Di saat rumah-rumah penduduk di banyak sudut Indonesia hancur
diterjang banjir bandang dan tanah longsor, orang di luar sana justru
telah menciptakan konsep rumah masa depan yang mungkin tak pernah
terpikirkan. Dijuluki sebagai Living Activity Vehicle, benda ciptaan
General Motors West Coast Advanced Design Studio ini diklaim sebagai
rumah masa depan dalam bentuk mobil. Atau mobil masa depan dalam bentuk
rumah? Tinggal pilih.
Rancangan
ini, begitu menakjubkannya, terpilih sebagai yang terbaik pada even
Design Challenge di Los Angeles Auto Show, pekan lalu. Produsen-produsen
besar lain seperti Honda dan Mercedes-Benz harus puas terkalahkan.
Konsep
rumah mobil dengan teknologi modern ini dinamai GMC PAD. Mobil itu
memang multifungsi. Selain menjadi kendaraan untuk mobilitas pemiliknya,
juga sekaligus sebagai rumah tinggal. General Motors berencana
memproduksi mobil rumah (atau rumah mobil) ini dalam jumlah lebih
banyak. Tentu untuk menggaet pasar para calon pemilik rumah sekaligus
calon pemilik mobil yang aktif traveling.
Mobil
rumah memang bukan barang baru. Di Amerika dan Eropa, mobil jenis ini
sudah cukup banyak dipakai orang. Terutama para petualang yang lebih
suka berpindah-pindah hunian. Biasanya disebut sebagai RV, kependekan
dari recreational vechile.
Bedanya, GMC PAD dirancang bukan sekadar
untuk tempat tinggal sementara, tetapi rumah yang tetap sekaligus
mobile. Diklaim sebagai benda ramah lingkungan, menggunakan sistem
hybrid yang merupakan kombinasi mesin diesel dan motor elektrik. Mesin
juga sekaligus berfungsi sebagai generator untuk memenuhi kebutuhan
listrik di dalamnya.
Untuk memenuhi syarat disebut sebagai rumah, GMC
PAD juga didesain dengan interior yang lengkap, mulai tempat tidur,
kamar mandi, ruang tamu hingga ruang keluarga (living room). Juga
dilengka Dijuluki sebagai Living Activity Vehicle, benda ciptaan General
Motors West Coast Advanced Design Studio pi perangkat keamanan,
entertainment dan komunikasi yang serba digital.
Ketika bumi semakin
sesak dan harga tanah di perkotaan melambung harganya, konsep rumah
mobil boleh jadi adalah jalan keluar yang baik. Orang bahkan bakal
terhindar dari kebosanan menetap di sebuah kawasan yang itu-itu saja
selama bertahun-tahun. Bisa bepergian ke mana pun tanpa khwatir
kemalaman di jalan.
Source : http://inikitaa.wordpress.com/2012/12/16/smart-home-sistem-pintar-di-rumah/
http://subaridargombez.wordpress.com/2008/03/01/smart-home-sistem-pintar-di-rumah-2/